the irony of prostitution worker

I was walking arround at several berthel prostitution area in many city at Indonesia. Honestly, I found too many tears then smile over there. So, please rebuild your image about the world of prostitution.I met one of the ironical situation when a hooker born a baby. She doesn’t know the father of his son. Just like the story of the picture below.

prostitution-effect.jpg

Waktu jalan-jalan ke beberapa tempat prostitusi di beberapa kota, sebenarnya lebih banyak sisi pilu yang dijumpai dari pada sisi ceria. Jadi, please, bangun ulang imej anda tentang dunia malam itu.

Salah satunya, anak-anak yang lahir dari rahim pekerja prostitusi. Yang, tentu saja, kadang tidak begitu jelas sperma lelaki mana yang membuahi sel telur sang mama. Seperti yang terekam dalam potret  ini.

Maaf, tempat di mana momen ini saya abadikan, harus saya rahasiakan. Dan, wajah si ibu pun harus saya sembunyikan. Semoga, bisa menjadi bahan pertimbangan bagi anda dalam mendekonstruksi ulang pemahaman ttg dunia prostitusi, yang ternyata juga penuh dengan air mata dan kesedihan……

back home

 

~ by sofwan on March 22, 2008.

One Response to “the irony of prostitution worker”

  1. Wajah riang tidak sama dengan hati senang. Wajah hanya sebuah topeng terkaan kita hanya rabaan. Dalam tawa dan celoteh kencang perempuan malam kasarung luka yang tetap menganga. Mereka selalu bersandiwara karena yang mereka lakonkan adalah paksaan sutradara kenestapaan.
    Anda telah menguakkan tabir duka seribu lara.

Leave a Reply